Antara Isi dompet, software bajakan, dan moral pribadi

“Udeh mas, tinggal pake krack aja langsung beres pasti.” Kalimat yang sudah umum diucapkan mahasiswa jaman sekarang dalam mengatasi masalah lisensi. Salah satu tradisi buruk yang menjadi darah daging sekarang adalah pandangan mengenai HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Langsung to the point aja. Mahasiswa sekarang tidak sedikit yang berpandangan bahwa pembajakan itu sepele karena sekarang kita tidak mampu membelinya sementara kita membutuhkannya. Ini adalah pernyataan salah yang menjadi tradisi oleh para agent of change ini.
Padahal sudah jelas-jelas kalau membajak itu adalah tindakan tercela karena kita tidak menghormati HAKI sang pencipta teknologi tersebut. Beruntunglah ane dulu mendapatkan mata pelajaran HAKI ketika masih SMA dan ane masih mempunyai moral untuk tidak membajak.

Sekarang kita cek dulu yuk laptop dari teman yang akan kita lihat seberapa berat sih pembajakan yang sudah kita lakukan. Mulai dari operating sistem, udah asli belum? Untuk sekedar info aja ya.. windows 7 home premium asli itu harganya cuma 400rb lho.. kalau masih terasa berat bisa ditimbang dengan berapa barang-barang tidak penting yang kita beli lainnya? atau untuk solusi lainnya kita bisa menggunakan linux dan mengembangkannya. Terus office yang kita gunakan… untuk penggantinya kan ada libero office. Kemudian cek ada software seperti corel draw, adobe photoshop cs N, internet download manager dan software berbayar lainnya ga? Corel draw itu harganya paling murah sekarang adalah 4juta rupiah lho.. kalau misal ditimbang-timbang sudah berapa juta kita korupsi? Sudah berapa dosa yang kita dapat dalam setiap kali menggunakan notebook?

Padahal untuk mahasiswa, Microsoft sudah memberikan lisensi gratis apabila kalian mengikuti seminar-seminar yang mereka adakan… dan mereka mengadakannya di setiap universitas lho… tinggal bagaimana kita mencarinya dan seberapa peduli kita pada HAKI. Bayangkan saja seandainya kita nanti sukses dan berhasil membuat sebuah software dan ternyata software kita dibajak, pasti kita tidak menyukai sang pembajak.

Tulisan ini saya buat bukan untuk sombong, tapi hanya sekedar ungkapan tidak suka kepada orang-orang yang senang membajak dan menyombongkan diri dihadapan ane. Ane hanya mau mengingatkan kepada kalian yang mungkin membaca tulisan ini… sifat korupsi itu tumbuh karena kita sudah terbiasa korupsi kecil-kecilan, jadi kalau sekarang kalian membenci para koruptor, bayangkan juga kalau kalian dibenci diri kalian sendiri. Ini bukan masalah kita mampu atau tidak. Melainkan sudahkan kita bermoral dalam bersikap untuk hidup ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s